Trip
generation.
Perjalanan yang dibangkitkan adalah jumlah
perjalanan yang dibangkitkan oleh suatu pusat kegiatan. Jumlah yang
dibangkitkan ini dapat dibagi menjadi dua;
§ berapa banyakkah
perjalanan yang akan tertarik ke lokasi tersebut (trip attraction ) dan
§ berapakah yang
meninggalkan (trip
production).
Jumlah
yang dibangkitkan dan meninggalkan dihitung dalam jumlah orang atau kendaraan /
jam (persatuan waktu). Bangkitan lalulintas tergantung dari
2 aspek tataguna tanah.
§ tipe tata guna lahan
§ jumlah aktifitas
dari tanah tersebut.
Perbedaan
tipe guna lahan
akan menghasilkan tipe lalulintas yang berbeda (pejalan kaki, truk, mobil). Selain itu tipe
tipe guna lahan yang berbeda pula (kawasan perkantoran akan menghasilkan
lalulintas pada pagi dan sore teratur, sedangkan toko menghasilkan lalulintas
yang berfluktuasi sepanjang hari).
Trip distribution
Tujuan permodelan
distribusi perjalanan ini adalah untuk mengkalibrasi persamaan-persamaan yang
akan menghasilkan hasil observasi lapangan pola pergerakan asal tujuan
perjalanan seakurat mungkin.
a)
Data
yang dibutuhkan ;
§ data matrik asal
tujuan
§ data matrik hambatan
(impedansi), matrik antar zona (jarak, waktu, biaya)
§ distribusi frekuensi
pergerakan untuk setiap impedensi transportasi.
§ Beberapa permodelan
dapat digunakan a.l :
b)
Model
faktor pertumbuhan
Model
ini didasarkan asumsi bahwa pola pergerakan saat ini dapat diproyeksikan ke
masa yang akan datang dengan menggunakan tingkat pertumbuhan zona.
Keuntungan
model ini adalah mudah dimengerti dan diaplikasikan. Kerugiannya tidak sesuai
untuk daerah dengan perkembangan pesat dan tidak pas untuk prediksi waktu yang
panjang.
c)
Model
gravitasi.
Model
ini berdasarkan prinsip fisika bahwa daya tarik antar 2 buah tata guna tanah
sama dengan gaya pada model gravitasi. Ada
4 model ; Unconstrained,
Production constrained, Double constrained.
Model production dan Attraction juga disebut model single constrained.
Modal Split
Model pemilihan moda
untuk mengetahui jenis kendaraan (moda) yang diperkirakan akan digunakan,
apakah mereka memakai kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Hal ini dipakai
untuk mendapatkan prediksi pemilihan moda dengan menggunakan beberapa
variable, misal karakteristik
perjalanan (jarak, waktu, tujuan), karakteristik sistem
transportasi (biaya, waktu, frekuensi bus, kenyamanan,
pelayanan,dll), karakteristik
kota atau zona.
Dalam permodelan
split perlu diperhatikan adanya biaya actual dan biaya dipersepsi dalam mengambil
keputusan serta adanya pemakai angkutan umum captive (captive user) yang tidak mempunyai
kebebasan dalam memilih moda.Lawan dari captive user adalah choice user yaitu pemakai angkutan yang karena punya kemampuan
lebih sehingga dapat memilih kendaraan yang akan dipakai.
Trip assignment
Pelimpahan rute
adalah suatu proses dimana pergerakan antara 2 zona untuk suatu moda tertentu
dibebankan atau dilimpahkan ke suatu rute yang terdiri dari ruas-ruas jalan
tertentu.
Analisis pelimpahan
rute ini terdiri dari dua bagian utama;
§ Alasan pemakai jalan
memilih rute tertentu
§ Pengembangan model
yang menggabungkan sistem transportasi dengan alasan pemilihan rute.
Pada alasan
pemilihan rute ada 3 hipotesa yang menghasilkan model yang berbeda yaitu ;
§ All or nothing
assigment
Pemakai
jalan secara rasional memilih rute terpendek
yang meminimkan impedence (jarak, waktu, biaya), semua lalulintas antara zona akan menggunakan satu rute yang sama.
Multipath
assigment
Disasumsikan
pengendara tidak tahu informasi rute tercepat. Pengendara akan mengambil rute yang dipikirkan
tercepat, persepsi yang berbeda
mengakibatkan bermacam-macam rute yang dipilih antara zona tertentu.
Probabilistic
assigment
Pemakai
jalan menggunakan factor-factor selain transport
impedence, misal factor kualitatif seperti
pemandangan yang indah, aman.
Capacity
restraint
Adanya
pembatasan kapasitas jalan untuk lalulintas tertentu.
Jadi model
pelimpahan rute yang disesuaikan dengan hipotesa di atas adalah :
-
All
or nothing asignment,
-
Multipath
assignment,
-
Probabilistic
assignment, dan
-
Capacity
restraint
Sehingga
jika suatu daerah dibuka suatu kegiatan yang tentunya akan menarik lalulintas
ke lokasi tersebut, maka akan dapat diperkirakan fasilitas apa saja yang perlu
disiapkan untuk mengantisipasi arus lalulintas yang meningkat.
-
berapa
area parkir yang perlu dibangun?
-
apakah
lebar/kapasitas jalan sudah mencukupi ?
-
apakah
lebar trotoar mencukupi?
-
apakah
simpangnya perlu trafic light?
-
marka jalan ?
-
apakah
sudah ada angkutan umum kesana?
Dan
lain-lain.
Dengan demikian hubungan interaksi antara guna
lahan dan transportasi dapat berjalan dengan baik.
Selain hal tersebut
di atas, dalam merencanakan transportasi perlu dipertimbangkan adanya regulasi kebijakan daerah masing-masing. Hal ini dapat
mempengaruhi teknik-teknik pembangkitan, distribusi perjalanan atau bahkan
perubahan moda dan pelimpahan rute. Misalnya regulasi 3-in-1 akan mempengaruhi
prediksi jumlah lalulintas, meskipun jumlah perjalanannya bisa tetap.
Kota-kota
tua bahkan memiliki program konservasi bangunan
yang tentunya akan membatasi lalulintas yang lewat karena dikuatirkan getaran
dari kendaraan berat akan memperpendek usia bangunan bersejarah tersebut. Hal
ini akan berdampak juga terhadap prediksi perjalanan angkutan barang.
Oleh
karena itu, perencaan transportasi perlu dilaksanakan secara komprehensip
dengan selalu melihat keterkaitan dengan aspek-aspek kebijakan dan regulasi yang sangat mungkin
mempengaruhi teknik 4 steps model ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar